Syekh Nawawi dilahirkan dalam tahun 1230 Hijriyah (1815 Masehi) di desa Tanara, Banten. Ayahnya, ‘Umar Ibnu’ Arabi adalah penghulu kecamatan di Tanara.
Beliau mengajar sendiri putera-puteranya (Nawai, Tamim dan ahmad) pengetahuan dasar dalam bahasa Arab, fiqh dan tafsir. Ketiga putera tersebut kemudian melanjutkan pelajarannya kepada Kyai Sahal (masih di daerah Banten).
Setelah itu mereka melanjutkan lagi pelajaran di Purwakarta kepada Kyai Yusuf, seorang Kyai terkenal yang menarik santri-santri dari daerah-daerah jauh di seluruh jawa, terutama dari daerah Jawa Barat waktu itu. Kemudian mereka melakukan ibadah haji sewaktu masih muda.
Syekh Nawawi waktu itu berumur 15 tahun dan tinggal di Mekkah selama 3 tahun. Rupanya kehidupan intelektual di Mekkah sangat menarik hati Nawawi, sebab tidak lama setelah ia tiba di Banten ia kemudian belajar lagi ke Mekkah dan tinggal di sana seterusnya sampai meninggalnya.